SURABAYA, Expose – Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H tahun 2026, Senkom Mitra Polri Kota Surabaya menggelar konsolidasi organisasi sekaligus pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Senkom Mitra Polri Surabaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam pengamanan Pos Pengamanan (Pos PAM) Lebaran mendatang.
Kegiatan tersebut melibatkan Polrestabes Surabaya, Jasa Raharja Cabang Surabaya, serta tenaga medis dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya. Selain materi kegawatdaruratan, angota Senkom juga dibekali pelatihan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) oleh Unit Kamsel Satlantas Polrestabes Surabaya.
Dalam arahannya, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Rosyid Hartanto menegaskan peran Senkom Mitra Polri sebagai unsur pendukung pengamanan kepolisian. Mengingat lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran dengan potensi risiko kecelakaan, kemampuan personel di lapangan menjadi kunci utama dalam meminimalisir fatalitas korban.
"Penting bagi setiap personel yang bertugas di Pos PAM untuk memiliki kemampuan pertolongan pertama yang mumpuni. Respons cepat di menit-menit awal terjadinya kecelakaan sangat menentukan keselamatan jiwa korban," ujar AKBP Rosyid Hartanto.
"Dengan pembekalan pelatihan Gatur dan peningkatan SDM yang baik, kami yakin rekan-rekan Senkom bisa membantu kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi pemudik," tambahnya.
Dalam sesi teknis, tenaga medis dari RS Bhakti Rahayu memberikan materi yang mencakup teknik dasar penanganan luka, prosedur resusitasi, hingga teknik evakuasi korban yang tepat agar tidak memperparah kondisi cedera. Peserta juga melakukan simulasi langsung untuk mengasah koordinasi cepat dengan aparat dan instansi terkait.
Di sisi lain, Unit Kamsel Satlantas Polrestabes Surabaya, Aiptu Abdul Roub memberikan pembekalan Gatur Lalin. Materi ini difokuskan pada penguasaan 12 gerakan dasar pengaturan lalu lintas guna membantu kelancaran arus di titik-titik rawan kemacetan selama periode mudik.
Ketua Senkom Mitra Polri Jawa Timur, I.r H. Ma’un, M.T., IPM., didampingi Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surabaya, Muhammad Hadi Firdaus, S.H., menyatakan bahwa konsolidasi ini adalah langkah nyata dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga.
"Kesiapan personel relawan menjadi faktor penting dalam membantu tugas kepolisian. Kami ingin memastikan anggota Senkom Surabaya siap secara fisik, mental, maupun kecakapan dalam menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat," ungkapnya.
Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan dari Jasa Raharja Cabang Surabaya yang turut memberikan sosialisasi mengenai mekanisme santunan dan koordinasi pelaporan kecelakaan.
Melalui konsolidasi dan pelatihan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian, Senkom, Jasa Raharja, dan instansi medis semakin solid demi terciptanya arus mudik 2026 yang aman, lancar, dan terkendali di Kota Surabaya.


