BPBD Way Kanan Pemetakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla dalam Rakor Pentahelix 2026


BLAMBANGAN UMPU, Expose.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan secara resmi membuka Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla) Tahun 2026 bersama Unsur Pentahelix Kabupaten Way Kanan, Rabu (22/07/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemkab Way Kanan dalam merespons potensi bencana kekeringan dan karhutla akibat fenomena El Nino yang diprakirakan bertahan hingga Oktober 2026. Rakor dipimpin oleh Asisten III Sekdakab Way Kanan, Ixuan Ahmadi, S.Sos., M.M., serta diikuti oleh unsur Forkopimda Plus salah satunya Danlanudad Gatot Suebroto Letkol Cpn Ferdinandus Guntur PW, S.Psi, perwakilan Camat, dan Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan Sufrianto, S.A.N serta jajaran OPD terkait, perwakilan beberapa Perusahaan, Insan Pers dan undangan yang telah ditentukan.

Melalui forum ini, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked yang diwakili oleh Asisten 1 Sekdakab Ixuan Ahmadi, S.Sos, M.M menginstruksikan penguatan peran seluruh unsur pemerintah—mulai dari BPBD, SKPD, hingga Pemerintah Kampung—untuk menjalankan tugas mitigasi terpadu, antara lain:

Menetapkan status siaga darurat serta mengaktifkan Posko Siaga Darurat.
Mengoptimalkan infrastruktur pengelolaan air seperti embung, waduk, saluran irigasi, dan penguatan program sumur bor desa.
Menyiapkan cadangan logistik dan distribusi bantuan air bersih.

Melakukan patroli groundcheck pada titik panas (hotspot) serta gencar menyampaikan imbauan hingga tingkat kampung.

"Pemkab Way Kanan optimistis melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, hingga elemen masyarakat, potensi dampak psikologis maupun ekonomi akibat kekeringan dan karhutla dapat ditekan secara maksimal," ungkap Asisten 1.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Way Kanan, Sufrianto, S.A.N., memaparkan kondisi terkini serta langkah mitigasi teknis dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Way Kanan Tahun 2026.

Sufrianto mengungkapkan bahwa Kabupaten Way Kanan termasuk dalam wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla di Provinsi Lampung. Berdasarkan pemantauan BMKG per Juli 2026, telah terdeteksi 8 titik panas (hotspot) di Way Kanan—angka tertinggi di Provinsi Lampung—yang tersebar di Kecamatan Blambangan Umpu, Umpu Semenguk, Negara Batin, Pakuan Ratu, Negeri Besar, dan Bahuga.

Selain karhutla, BPBD Way Kanan juga memetakan 7 kecamatan rawan kekeringan, yaitu:
Kecamatan Blambangan Umpu
Kecamatan Way Tuba
Kecamatan Umpu Semenguk
Kecamatan Negeri Agung
Kecamatan Bumi Agung
Kecamatan Pakuan Ratu
Kecamatan Negara Batin

"BPBD bertindak sebagai koordinator teknis. Kami memfokuskan pada penguatan Early Warning System (Sistem Peringatan Dini), pemantauan hotspot BMKG, serta pendataan kondisi sumur bor desa untuk memastikan fungsi pasokan air berjalan baik," jelas Sufrianto.

Sebagai langkah konkrit penanganan kekeringan, BPBD mengarahkan penyiapan cadangan logistik, bantuan air bersih, hingga penyiagaan unit armada mobil tangki air yang bersinergi dengan Damkar, Perusahaan Swasta, serta TNI/Polri. BPBD juga mendorong penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas tanaman tahan kering, serta mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api atau kekeringan di kawasan masing-masing.



SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR