Narasi "Kemudik Munggak" Way Kanan Curi Perhatian di Festival Krakatau XXXV 2026


BANDAR LAMPUNG, Expose.co.id  — Keterlibatan Kabupaten Way Kanan pada ajang Lampung Tapis Carnaval 2026 dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 berhasil menyedot perhatian publik. Mengangkat narasi “Ramik Ragom dalam Warna, Bersatu dalam Budaya,” kontingen ini tampil mempesona membawakan kekayaan tradisi lokal.

Support maksimal ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Kadis Poraparekraf Way Kanan, Taufik H, S.STP, M.Si, hadir mewakili Bupati Way Kanan untuk mengawal jalannya acara. Tak ketinggalan, Ketua DWP Kabupaten Way Kanan, Ibu Dhelya Machiavelli, bersama jajarannya turut memberikan semangat langsung di lapangan guna mendukung totalitas penampilan tim karnaval.

Agip Rama Purwanto , selaku Dramaturgi sekaligus penggagas bentuk karya tersebut, menjelaskan dasar filosofi yang diusung oleh tim Way Kanan dalam ajang tahun ini.

"Konsep yang saya bentuk itu adalah kemudik munggak, yang mana merupakan salah satu ikon Way Kanan dan menjadi motif dalam ranah batik. Itu konsep dasar dari gerak dalam Festival Krakatau 2026," ujar Agip.

Filosofi Ikan Kemudik dalam balutan Tapis yang diusung menegaskan bahwa keberagaman justru menjadi pondasi kekuatan Kabupaten Way Kanan. Kehadiran kontingen ini tak sekadar memeriahkan pawai, melainkan menjadi momentum emas untuk mempromosikan citra Way Kanan sebagai daerah yang kaya akan tradisi, inovatif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Kolaborasi Tiga Unsur Seni dan Harapan Masa Depan

Sajian karya Way Kanan di panggung Festival Krakatau 2026 tidak lepas dari ekosistem seni yang solid. Dalam proses pembuatannya, tim dibantu langsung oleh Sanggar DAAL Lampung serta TITIK Project yang merupakan sanggar binaan Dewan Kesenian Way Kanan.

Penggabungan Unsur Seni: Penampilan digarap secara holistik dengan memadukan tiga elemen seni sekaligus, yakni seni tari, musik, dan rupa.

Tantangan Proses: Kendala utama selama persiapan terletak pada keterbatasan jumlah peserta yang minim serta alokasi waktu proses yang tergolong singkat untuk mengenalkan budaya Way Kanan di tingkat Provinsi Lampung.

Pengembangan Kriya Tekstil: Karya ini diharapkan mampu memperkenalkan motif kemudik munggak secara luas kepada masyarakat Lampung dan sekitarnya, sekaligus menambah khazanah motif Tapis Lampung dalam dunia kriya tekstil.

Meskipun dihadapkan dengan keterbatasan persiapan, hasil akhir yang disuguhkan terbukti mampu memikat para penonton.

"Harapan kami tahun depan bisa menjadi yang terbaik," tutup Agip.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR