Perkuat Usaha Warga, Camat Johanis Terima Kasih dan Dukung Penuh Hilirisasi UMKM Transmigrasi Way Tuba


BLAMBANGAN UMPU, Expose.co.id— Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Pekanbaru di bawah Kementerian Transmigrasi resmi menutup rangkaian Pelatihan Hilirisasi Produk UMKM Kawasan Transmigrasi Way Tuba yang diikuti peserta dari Kampung Ramsai, Suma Mukti, dan Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang terpusat di Kampung Ramsai sejak 21 hingga 27 Agustus 2026 ini mendapat dukungan penuh dari Camat Way Tuba, Johanis. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Kementerian Transmigrasi serta Balai Pelatihan Pekanbaru atas kepeduliannya dalam mendorong kemajuan ekonomi warga transmigrasi.

"Pemerintah Kecamatan Way Tuba sangat mendukung penuh langkah hilirisasi ini. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Transmigrasi dan Balai Pekanbaru. Pelatihan ini menjadi momentum penting agar potensi hasil tani dan perikanan warga tidak sekadar dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat," ujar Johanis.

Pelatihan selama satu minggu ini diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam 3 kelompok UMKM. Selain dibekali teori dan praktik pengolahan, para peserta juga mendapatkan fasilitas alat produksi langsung. Hasilnya, peserta sukses menciptakan 8 produk olahan makanan baru dari hasil bumi lokal, salah satunya mengolah komoditas ikan lele menjadi produk siap jual bernilai tinggi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi warga desa.

"Kami mengucap ribuan terima kasih kepada Kementerian dan Balai Pelatihan Pekanbaru yang telah melirik serta menggiatkan kembali kampung transmigrasi. Program ini memberikan sentuhan berbeda yang membuat kami merasa bangga dan terharu," tutur Hendrik.

Tidak berhenti pada proses olahan, Balai Pelatihan Pekanbaru juga mendampingi para pelaku usaha dalam pengurusan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Langkah hilirisasi ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sehingga produk lokal siap diserap oleh Koperasi Merah Putih maupun mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hendrik berharap pendampingan berlanjut ke strategi pemasaran (marketing) nasional, seraya berpesan kepada peserta untuk terus berinovasi memanfaatkan fasilitas serta ilmu yang telah didapatkan demi menopang ekonomi keluarga dan kampung.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR